SAINS & TEKNOLOGI GAGAL?


KEGAGALAN SAINS DAN TEKNOLOGI BARAT DALAM PERADABAN DUNIA

Pada awal abad 21 ini, banyak terjadi peristiwa-peristiwa revolusioner, spektakuler dan dramatis yang akan merubah wajah dunia menda¬tang. Peristiwa-peristiwa revolusioner ini telah menggemparkan umat manusia baik dalam bidang sosial, budaya, politik, ekonomi, militer, pen¬didikan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, agama dan lainnya. Semua ini terjadi seakan-akan telah bermulanya zaman baru dalam sejarah peradaban manusia di muka bumi ini.

Zaman baru politik dunia ditandai dengan mulai terjadinya rentetan beberapa peristiwa yang telah menggemparkan dunia. Salah satunya ialah keruntuhan Uni Soviet yang secara drastis telah menghilangkan taringnya sebagai Super Power, sekaligus meninggalkan konflik berpanjangan terhadap bekas negara-negara sekutunya yang telah merdeka. Kesan yang paling ketara adalah berakhirnya perang dingin yang berpanjangan antara blok Barat dan blok Timur yang selama ini menghantui dunia dan telah menimbulkan berbagai bentuk krisis. Kemungkinan perang nuklear yang menakutkan dunia tidak mungkin akan terjadi, karena pada hakikatnya kini Rusia sebagai pewaris persenjataan Uni Soviet telah bertekuk lutut pada kekuatan Barat dan mengikuti segala perintahnya.

Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya telah merayakan kemenangan yang mereka nantikan selama ini. Penantian panjang mereka telah berakhir dengan kemenangan yang akan menobatkan mereka sebagai pengontrol dunia. Bersamaan dengan itu, Amerika pun memproklamasikan dirinya sebagai satu-satunya Super Power dunia sekaligus sebagai polisi dunia dengan mengemukakan konsep "The New World Order" (Orde Baru Dunia ) yang dicita-citakannya. Dengan konsep Orde Baru Dunianya ini, Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya dapat melaksanakan segala keinginannya dengan mengatasnamakan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pergeseran kekuasaan dunia dengan runtuhnya Uni Soviet dan menjadikan Amerika sebagai satu-satunya Super Power ternyata tidak mendatangkan kebaikan kepada dunia. Hal ini karena Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya dapat berbuat semaunya dengan menunggangi badan-badan dunia yang telah dikontrolnya. Mereka dapat mendektekan segala kemauannya tanpa ada yang dapat menentangnya. Dengan kecanggihan teknologi militer yang dimilikinya, Amerika dapat menggertak negara-negara yang menentangnya. Demikian pula halnya Barat telah memaksakan nilai-nilai hidup mereka yang sekuleristik kepada bangsa-bangsa lain dengan mengatasnamakan kepentingan sedunia.

Di sebalik kemenangan politiknya, kini Barat mengalami krisis sosial dan ekonomi yang sangat parah. Hal ini diakibatkan terutama oleh kemerosotan sumber daya manusia mereka. Kualitas manusia-manusia Barat masa kini bukanlah seperti kualitas nenek moyang mereka yang gigih dan rajin sehingga mereka sanggup menjelajah dunia untuk menjajahnya. Namun manusia Barat kini adalah manusia pemalas yang penuh dengan krisis dan dilema. Mereka ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan kerja yang minimal, sehingga waktu dihabiskan dengan berfoya-foya.

Keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu ini juga telah membawa pengaruh terhadap perkembangan sosio-politik dunia. Negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Barat lainnya yang terbiasa dengan keadaan ekonomi yang mapan dan stabil, kini mulai gelisah. Apalagi tindakan Amerika yang menjadikan dirinya sebagai polisi dunia telah memaksanya untuk mengeluarkan dana besar untuk membantu sekutu-sekutunya. Dalam hal ini Perang Teluk yang memakan biaya ratusan milyar dolar adalah contoh nyata. Akibatnya Amerika perlu mencari sumber-sumber dana lain di tengah-tengah krisis ekonomi yang dialaminya. Jalan pintas yang dilakukannya adalah dengan menjual teknologi yang dimilikinya, terutamanya teknologi persenjataan moden yang memang sangat diminati oleh rezim-rezim diktator yang ingin mempertahankan kekuasaannya ataupun kepada para pemberontak.

Pada abad 21 ini juga, penderitaan umat manusia bertambah parah, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang membangun dan terbelakang. Peperangan demi peperangan yang meletus di beberapa bagian dunia telah menambah penderitaan masyarakatnya. Peperangan yang dipaksakan di Bosnia adalah sebuah contoh nyata. Pasukan Serbia dengan kekuatan militer canggih yang diwarisinya dari bekas negara Yugoslavia telah berlaku sewenang-wenang menghapuskan etnis Muslim Bosnia yang tidak memiliki kelengkapan militer. Mereka telah membunuh Muslim Bosnia, tanpa memperdulikan lelaki, wanita, orang tua ataupun anak-anak. Mereka telah memperkosa beramai-ramai wanita-wanita Bosnia sebagai salah satu strategi peperangan. Di Bosnia, kelihatan dengan jelas kekejaman manusia di abad moden yang dilakukan oleh mereka yang mengaku dirinya memiliki peradaban. Namun anehnya, negara-negara maju hanya memperhatikan saja pembantaian Muslim Bosnia. Mereka tidak melakukan pembelaan sebagaimana mereka membela Kuwait ketika perang Teluk.

Walau bagaimanapun, perlumbaan dalam menciptakan sains-teknologi moden yang canggih telah mewarnai kehidupan dunia masa kini. Para saintis dan teknologi berlumba menghasilkan penemuan-penemuan yang memudahkan kehidupan manusia. Namun di antara itu telah muncul pula teknologi yang mengerikan manusia, terutama teknologi persenjataan. Negara-negara maju telah berlumba dengan penuh kegilaan untuk menghasilkan secanggih-canggihnya senjata pemusnah kehidupan manusia dan lingkungan hidup. Kemudian mereka memasarkannya kepada negara-negara lain, yang akhirnya akan memusnahkan kehidupan manusia. Laporan-laporan terkini yang menginformasikan tentang kecanggihan senjata pemusnah ini mendirikan bulu roma setiap orang. Bagaimana tidak, hanya dengan beberapa gram nuklear, dunia dapat hancur berkeping-kepingan. Demikian pula telah banyak muncul ilmu yang bertentangan dengan moral manusia.

Hasilnya, keadaan dunia pada abad 21 ini telah melahirkan kebimbangan, kecemasan dan ketakutan setiap orang yang memiliki hati nurani dan mencintai keadilan. Tanda-tanda kehancuran dunia semakin nyata baik di laut, darat dan udara, misalnya dengan terkikisnya lapisan ozon, meningkatnya suhu bumi, semakin tingginya air laut, semakin tercemarnya udara dan air, semakin turunnya kualitas lingkungan, semakin liarnya perilaku manusia, semakin seringnya terjadi bencana alam dan peristiwa-peristiwa menakutkan lainnya. Jika keadaan seperti ini dibiarkan terus berlaku, maka tidak diragukan lagi bahwa dunia sedang menuju jurang kehancuran global yang akan memusnahkan semua kehidupan di alam raya ini.

Maka keadaan dunia yang sedang porak poranda ini perlu segera ditata kembali menjadi dunia yang harmonis penuh dengan kedamaian, keadilan dan kemakmuran. Untuk tujuan itu perlu dicari alternatif dengan menerapkan sistem universal yang sesuai untuk menata kembali masyarakat modern menjadi masyarakat ideal. Hal ini karena pada hakikatnya, dinamika sebuah masyarakat ditentukan oleh sistem yang menatanya. Jika sistem yang diterapkannya unggul, maka akan lahirlah masyarakat unggul dan sebaliknya, jika sistemnya sesat dan palsu, maka akan lahirlah masyarakat perusak diri dan lingkungannya.

Kesimpulannya, sistem hidup yang selama ini berkembang, baik di Timur yang beraliran Sosialisme-Marxisme ataupun di Barat yang Liberalisme-Kapitalisme telah mengalami kegagalan demi kegagalan yang telah menghantarkan dunia seperti keadaannya saat ini. Dunia baru sangat memerlukan sistem hidup baru. Sistem yang akan menghantarkan dunia menuju era baru, era yang penuh dengan keadilan, kedamaian dan kemakmuran yang senantiasa menjadi cita-cita umat manusia. Semua sistem manusiawi yang diterapkan pada saat ini, tidak diragukan telah mengancam peradaban manusia di muka bumi ini.
.
.
.

dipetik dari:
http://farchanbinadnan.blogspot.com/2009/12/kegagalan-sains-dan-teknologi-di-barat.html

UFO DI TUARAN?

Gempar lihat UFO terapungShare
Today at 10:33
Gempar lihat UFO terapung
Oleh Junaidi Ladjana

2010/07/19


KOTA KINABALU: “Ketika berada dalam dewan, tiba-tiba seorang wanita menjerit melihat suatu objek mirip piring terbang di langit berhampiran pusat peranginan itu.
“Lalu kami keluar untuk mengesahkan dakwaannya dan apa yang saya lihat ia memang satu objek berbentuk bulat dan berwarna biru sedang terapung, tetapi selepas beberapa saat kemudian ia bertukar menjadi warna hijau,” kata seorang tetamu Tuaran Beach Resort, Jemas Dungil, 27.

Suasana di pusat peranginan ketika itu gempar apabila satu objek asing seakan-akan piring terbang (UFO) muncul di ruang udara berhampiran pantai peranginan Tuaran di sini, petang kelmarin.

Kemunculan objek berkenaan disaksikan beberapa kakitangan dan tetamu pusat peranginan itu yang kebetulan berada di kawasan terbabit.

Mereka mendakwa objek mengeluarkan cahaya biru dan hijau itu terapung di ruang udara selama seminit sebelum hilang dalam sekelip mata.

Malah, ada di kalangan mereka sempat merakamkan gambar piring terbang itu menggunakan telefon bimbit masing-masing tetapi apa yang menghairankan, ada telefon bimbit berkenaan tiba-tiba ‘mati’ dengan semena-mena sebaik merakam gambar objek berkenaan.

Jemas berkata, dia ternampak satu objek terapung yang besar dan tidak bergerak ketika menghadiri majlis jamuan makan seorang rakannya di pusat peranginan itu.

Menurutnya, dia sempat merakamkan objek misteri itu menggunakan kamera telefon bimbitnya, malah beberapa pengunjung pusat peranginan itu turut melakukannya.

“Saya tidak percaya UFO, tapi apa yang saya lihat itu benar-benar luar biasa kerana ia berlaku di depan mata.

“Apa yang pelik, telefon bimbit milik beberapa pengunjung yang merakam kemunculan objek itu tiba-tiba ‘mati’. Namun, saya bernasib baik kerana dapat merakamkan imej objek itu,” katanya.

Sementara itu, seorang lagi saksi, Donny Benedict, 29, berkata, dia tidak percaya dengan kewujudan UFO, namun pandangannya berubah sebaik menyaksikan kejadian itu.

“Saya hanya sempat melihat objek berkenaan terapung selama 20 saat sebelum ia hilang begitu sahaja. Apa yang peliknya, ia tidak mengeluarkan sebarang bunyi seperti dihasilkan pesawat udara.

“Ini pengalaman pertama saya melihat UFO, namun mengecewakan gambar diambil menggunakan telefon bimbit hilang,” katanya.

Kemunculan UFO di negara ini dikesan bermula pada tahun 1950-an apabila seorang lelaki melihat satu piring terbang di Petaling Jaya. Sejak itu, beberapa objek menyerupai piring terbang didakwa dilihat rakyat negara ini.

Indahnya alamaya





Get Free Shots
sandakan.files.wordpress.com/2010/05/...





Sandakan Membantah Arang Batu
Inikah semangat sebenar “1Malaysia” – mengharapkan Sabah sahaja yang 'berkorban', tapi yang lain TIDAK PERLU 'berkorban'?
Alternatif/Sumber Lain
Arang Batu Bahaya
Lahad Datu vs Sandakan
Tentang Blog Ini
Posted by: sandakan May 30, 2010
Mahkamah Amerika Syarikat: Loji Arang Batu Membunuh dan Memusnah


Elektrik yang “murah” (BETUL KAH??), DAN JUGA Kematian Bayi, sindrom kematian tiba-tiba bayi, asma, penyakit kerongkong yang serious, kematian terlalu awal, darah membeku, serangan jantung, strok, kadar jantung yang tidak tentu/tidak teratur, arrhythmia, ozon, hujan asid, dan lain lain…



Kesan-kesan buruk akibat daripada pembakaran arang batu yang membawa maut BUKAN LAGI hanya “teori”, “andaian” atau “kepercayaan”. Kesan-kesan buruk ini TELAH DISAHKAN secara rasmi oleh Mahkamah Daerah Persekutuan Amerika Syarikat di Negeri North Carolina, dalam kes North Carolina ex rel. Cooper v. Tennessee Valley Authority (593 F.Supp.2d 812).
Pada 13 Januari 2009, Hakim Daerah Lacy H. Thornburg telah mengisytiharkan bahawa pelepasan udara daripada loji-loji arang batu TVA yang terletak di negeri-negeri Tennessee dan Alabama adalah satu “gangguan awam” (public nuisance) terhadap negeri jiran North Carolina. Ini merupakan satu “gangguan tidak munasabah” terhadap “harta, kesihatan, keselamatan, keamanan, atau kemudahan” orang awam. Mahkamah berkata bahawa loji-loji tersebut telah mengakibatkan “kecederaan, penyusahan [dan] kerosakan” secara serius di North Carolina.


Setelah mendengar bukti-bukti/keterangan pakar (expert evidence) yang dikemukakan oleh semua pihak (termasuk pihak pengurusan loji arang batu, TVA), Hakim tersebut mengisytiharkan bahawa pelepasan udara daripada loji-loji arang batu boleh mengakibatkan kesan-kesan kemusnahan kepada kesihatan manusia dan alam sekitar. Beliau juga mengarahkan TVA supaya memasang peralatan-peralatan kawalan pencemaran di 4 buah loji arang batunya.



Antara perkara-perkara lain, Hakim tersebut mengisytiharkan bahawa (secara ringkas):
a) Proses pembakaran dalam “boiler” loji arang batu menyebabkan arang batu mengalami perubahan kimia, yang membebaskan nitrogen, sulfur, dan merkuri;
b) Elemen-elemen kimia ini kemudian membentuk bahan-bahan kimia berbahaya seperti Nitrogen oksida (NOx), Sulfur dioksida (SO2), Ozon (O3) dan debu-debu halus dipanggil “PM2.5”, sebelum atau selepas dilepaskan ke dalam udara.
c) Walaupun kebanyakan daripada bahan kimia ini ditangkap atau dirawat dalam loji arang batu, bukan semua dicegah daripada dilepaskan daripada loji.
[Jadi, sedikit sebanyak mesti akan dilepaskan ke dalam udara, dan mengakibatkan kesan-kesan yang memusnahkan kesihatan dan alam sekitar.]
d) Selain daripada membentuk ozon, NOx dalam udara boleh juga membentuk Nitrate (NO3). SO2 dalam udara kerap menukar kepada Sulfat (SO4) atau bahan yang sejenis dengannya, seperti sulfat ammonium atau asid sulfurik.
e) Nitrat dan sulfat adalah komponen-komponen yang penting dalam pepejal-pepejal kecil yang didapati dalam udara. Bersama-sama, pepejal-pepejal ini biasanya dipanggil “PM2.5”, kerana mereka mempunyai diameter yang tidak melebihi 2.5 micron, yang lebih kecil jika berbanding dengan rambut manusia (50-70 micron), debu, debunga (pollen), dan “mold” yang lebih kurang 10 micron.
[PM2.5 adalah jauh lebih kecil daripada rambut kita... Ini bermakna ia adalah sangat mudah untuk PM2.5 meresap ke dalam paru-paru / sistem pernafasan manusia.]


f) Sebahagian daripada sulfat, nitrate, dan komponen-komponen PM2.5 yang lain kekal dalam udara untuk tempoh masa yang panjang. Komponen PM2.5 yang lain pula mendarat di atas muka bumi melalui pelbagai proses yang dipanggil “pemendapan asid” (acid deposition). Misalnya, “pemendapan asid basah” (wet acid deposition) berlaku apabila PM2.5 dalam udara bersatu dengan air dalam bentuk hujan, hujan batu, atau salji (iaitu hujan asid).


Manakala “pemendapan kering” (dry deposition) berlaku apabila PM2.5 mendarat tanpa bersatu dengan air. Pemendapan asid jenis ketiga adalah “pemendapan air awan” (cloudwater deposition), yang berlaku paling kerap dalam kawasan bergunung-ganang kerana kawasan- kawasan ini senang menjadi berkabus atau berawan. Dalam proses ini, PM2.5 bersatu dengan titis-titis air dalam awan atau kabus, yang kemudiannya mendarat di hutan dan permukaan-permukaan yang lain.
g) Terdapat cara-cara yang boleh digunakan oleh loji arang batu untuk mengurangkan kebanyakan daripada pelepasan bahan-bahan kimia berbahaya ini, sehingga 40-98% (bergantung kepada jenis bahan kimia), tetapi mereka sangat mahal, dan tidak dapat menghapuskan sepenuhnya pelepasan bahan-bahan kimia berbahaya ini.
h) Walaupun pelepasan dari loji arang batu ini ***hanya pada atau di BAWAH*** (TIDAK MELEBIHI) “Piawaian Kualiti Udara Kebangsaan untuk Debu-Debu Halus” (National Ambient Air Quality Standards for Particulate Matter) yang ditentukan oleh Kerajaan Amerika Syarikat, mereka MASIH CUKUP BAHAYA untuk menyebabkan kematian dan pemusnahan. Hakim tersebut berkata:
“Pendedahan kepada/menghisap PM2.5 akan mendatangkan kesan-kesan buruk yang serius kepada kesihatan manusia, walaupun hanya didedahkan kepadanya/ menghisapnya ****pada atau di BAWAH**** taraf NAAQS.”
“Walau bagaimanapun, berdasarkan keseluruhan bukti, mahkamah mendapati bahawa, sekurang-kurangnya, terdapat risiko peningkatan kejadian kematian terlalu awal (premature mortality) di antara orang awam yang berkaitan dengan pendedahan/penghisapan PM2.5, ***walaupun pada atau di BAWAH*** piawaian NAAQS 15 μg/ m3
“Kesan daripada 1/2 mikrogram sudah amat serius. Seperti yang dinyatakan di atas, taraf NAAQS untuk PM2.5 ialah 15 μg/ m3, dan kesan-kesan yang sangat buruk terhadap kesihatan manusia, jarak penglihatan, dan alam sekitar boleh berlaku pada taraf JAUH DI BAWAH 15 μg/ m3.
[Oleh yang demikian, jalan yang paling selamat untuk menjamin kesihatan orang ramai adalah langsung mengelakkan pelepasan bahan-bahan ini sekaligus, iaitu MEMBATALKAN pembinaan loji arang batu yang dicadangkan ini, dan BUKAN dengan menetapkan apa-apa “piawaian pelepasan udara” untuk MEMBENARKAN pencemaran!!]
i) Pendedahan kepada – dan penghisapan – udara yang mengandungi PM2.5 akan 90-100% pasti menyebabkan kematian terlalu awal (premature mortality) manusia. Khususnya, pendedahan dan penghisapan PM boleh mendatangkan kesan-kesan berikut kepada kesihatan manusia, mana-mana satu atau semuanya boleh menyebabkan kematian terlalu awal:
(i) Tindakbalas Pemanasan Sistemik (Systemic inflammatory response). Penghisapan PM akan menyebabkan paru-paru panas/keradangan (pulmonary inflammation), yang kemudian boleh menyebabkan pemanasan/keradangan seluruh system umum badan (system-wide inflammation in the body). Pemanasan ini akan mengganggu fungsi platelet darah (platelet function), yang boleh memudahkan darah membeku (blood clots) – satu punca biasa serangan jantung dan strok (heart attacks and strokes).


(ii) Tindakbalas Jantung (Vascular reactivity). Pemanasan Sistemik (systemic inflammation) boleh juga menyebabkan perubahan dalam aktiviti jantung yang akan mengurangkan bilangan pengaliran darah ke organ-organ badan yang penting, termasuk jantung dan otak. Khususnya, ia akan menjejaskan keupayaan urat darah (blood vessels) untuk berkembang secukupnya supaya darah yang cukup boleh beralir ke tisu-tisu badan. Urat darah sedemikian juga kurang bertindakbalas/responsif terhadap ubat-ubat yang bertujuan untuk meningkatkan aliran darah – termasuk aliran darah ke bahagian jantung.
(iii) Rentak Jantung (Cardiac rhythms). Penghisapan PM juga menyebabkan perubahan saraf yang mempengaruhi refleks dan kawalan autonomik rentak jantung (neurological changes affecting reflexes and autonomic control of cardiac rhythms). Ini boleh menyebabkan kadar jantung yang tidak tentu/tidak teratur (heart rate variability) dan akhirnya aritmia (arrhythmia), yang secara langsung menyebabkan kematian dalam kebanyakan serangan jantung yang membawa maut.
(iv) Kematian Bayi (Infant mortality). Terdapat semakin banyak bukti bahawa kematian-kematian bayi boleh dikaitkan dengan perubahan PM dalam udara. Kematian-kematian bayi sedemikian berpunca daripada masalah pernafasan dan “sindrom kematian tiba-tiba bayi” (sudden infant death syndrome, SIDS).
(v) Kesan-kesan buruk yang lain terhadap kesihatan, walaupun tidak membawa maut: kes penyakit asma yang meningkat, penyakit kerongkong yang serious (chronic bronchitis), dan penyakit jantung dan paru-paru (cardiopulmonary illness) yang lain. Hakim tersebut berkata:
“Selepas menyemak bukti-bukti ini secara keseluruhan, Mahkamah boleh memastikan bahawa pendedahan kepada PM2.5 – ***walaupun pada atau di BAWAH*** taraf NAAQS pada 15 μg/m3 – mengakibatkan kesan-kesan jantung dan paru-paru (cardiopulmonary) yang buruk, termasuk menambahkan atau memburukkan lagi asma dan penyakit kerongkong yang serious (chronic bronchitis).”


“Kesan-kesan buruk ini terhadap kesihatan, walaupun tidak membawa maut, telah mengakibatkan banyak kerugian sosial dan ekonomi kepada rakyat North Carolina, termasuk kehilangan masa untuk sekolah dan kerja, tekanan yang meningkat terhadap bidang kesihatan yang disebabkan oleh penambahan bilik kecemasan dan lawatan doktor, dan juga kerugian am dari segi kesejahteraan yang disebabkan oleh masalah-masalah kesihatan serius.”
[Pelepasan bahan-bahan kimia berbahaya ini boleh menjejaskan ekonomi kita, dan BUKAN membantu kami dalam projek “Sabah Development Corridor”!!]
j) Menyebabkan pembentukan Ozon (O3), yang dikaitkan dengan kejadian kematian terlalu awal (premature mortality) manusia, sama dengan PM. Kesan yang lebih berkekalan (more long-lasting effect) akibat daripada pendedahan kepada ozon adalah pemanasan/keradangan salur pernafasan yang meningkat (increased airway inflammation). Peningkatan pemanasan/keradangan ini menambah-burukkan lagi penyakit asma dan tindakbalas negatif terhadap bahan-bahan allergen yang sedia ada (increases negative responses to pre-existing allergens).


“Jika asma dan pemanasan/keradangan paru-paru seseorang tidak terkawal dalam tempoh melebihi dua atau tiga tahun, maka parut yang berkekalan (irreversible scar) boleh berlaku dalam paru-paru orang itu, sehingga hampir 10-60% keupayaan paru-parunya hilang selama-lamanya.”
“Adalah kukuh/mantap/terbukti dalam karya sains bahawa ozon, secara nyatanya, menyebabkan kesan-kesan buruk ini terhadap kesihatan, ***walaupun pada atau di BAWAH*** taraf NAAQS.”
k) Pembentukan ozon adalah LEBIH CEPAT dalam cuaca yang panas, berbanding dengan yang dingin dan mendung.
[Ini bermakna debu-debu halus yang dilepaskan oleh loji arang batu adalah LEBIH TERUK di kawasan tropika/panas seperti Sabah berbanding daripada dalam negara-negara temperate/sejuk di Barat seperti Amerika Syarikat. Jikalau pelepasan daripada loji arang batu sudah boleh menyebabkan begitu banyak kemusnahan kepada negara-negara temperate/sejuk, bayangkanlah apa ia akan buat kepada Sabah yang bercuaca panas??]
l) Merosakkan dan membahayakan alam sekitar kita, harta-harta semula jadi kita yang tidak ternilai, air minuman dan pertanian [Pengusaha ladang-ladang KELAPA SAWIT sila ambil perhatian!! Dan kami belum lagi cerita tentang “pemanasan global” dan macam-macam lagi...]:
“Pemendapan asid (acid deposition) dalam bentuk sulfat, apabila mendarat di atas tanah, merendahkan taraf pH tanah itu, iaitu, ia membuat tanah lebih berasid. Apabila keasidan (acidity) tanah itu sampai ke satu tahap yang tertentu, aluminium (yang terdapat secara semulajadi dalam bumi) menjadi aktif. Aluminium adalah beracun bagi ekosistem kita. Contohnya, ia menyumbatkan (dan akhirnya membunuh) akar-akar tumbuhan yang halus, termasuk pokok-pokok, menjadikannya lebih susah untuk sistem-sistem akar meresapkan air dan nutrien daripada tanah itu. Proses ini, selain daripada menghalang pertumbuhan yang sihat, juga memburukkan lagi kesan-kesan kemarau (musim kering).”


“Sulfat juga membuangkan magnesium, kalsium, dan potassium dari tanah. Nutrien-nutrien tersebut adalah penting untuk pertumbuhan hutan yang sihat. Kalsium, misalnya, ialah komponen utama dinding-dinding sel dalam tumbuhan; dan magnesium adalah paling penting untuk proses fotosintesis.”
“Pemendapan asid (acid deposition), jika ia berlaku di kawasan berhampiran dengan legeh air (watershed of running water), juga menurunkan kualiti air dengan merendahkan taraf pH dan menambahkan kandungan aluminium dalam air.”
“Penumpuan ozon yang cukup tinggi boleh merosakkan tumbuh-tumbuhan, termasuk tanam-tanaman komersial serta tumbuhan-tumbuhan semulajadi”
m) Akan memendungkan/meredupkan langit kita dan mengurangkan jarak penglihatan (visibility) kita. Hakim tersebut berkata:
“PM2.5, khususnya SO2, mendatangkan kesan yang serius terhadap jarak penglihatan oleh kerana penyerakan cahaya (scattering of light). Seseorang yang meninjau suatu pemandangan indah di pusat-pusat pelancongan (scenic vista) akan mengalami penyerakan cahaya ini dalam bentuk jerebu (experience this scattering of light as haze).”



“Jerebu PM2.5 dan pencemaran udara yang lain yang menjejaskan jarak penglihatan pemandangan indah di pusat-pusat pelancongan ini mendatangkan suatu masalah yang teruk dari segi sosial dan ekonomi.”
[TNB/SESB selalu berkata bahawa loji-loji arang batu di Semenanjung Malaysia belum ada mengakibatkan apa-apa kesan yang buruk kepada alam sekitar. Memang betul – lihat saja langit di Kuala Lumpur, Lembah Klang dan bandar-bandar yang lain di Semenanjung Malaysia…]
n) Pelepasan bahan-bahan berbahaya ini boleh juga menjejaskan bandar-bandar dan kawasan-kawasan yang jauh. [Ini bermakna, KESELURUHAN Sabah TIDAK selamat, bukan sahaja Felda Sahabat/Lahad Datu!] Hakim tersebut berkata:
“Pelepasan bahan pencemar mendatangkan kesan-kesan yang paling teruk kepada kawasan-kawasan yang terdekat dengan sumber itu. Kajian yang tidak berat-sebelah (unbiased studies) menunjukkan bahawa pengurangan pelepasan dalam satu negeri tertentu akan memberi manfaat yang paling besar kepada negeri itu sendiri.
Walau bagaimanapun, pelepasan dari satu sumber yang terletak di LUAR negeri itu, terutama sumber yang dibawa oleh arah angin (upwind source), masih boleh mendatangkan kesan-kesan yang teruk kepada kualiti udara negeri itu.”


Adakah “Golden Coral Triangle” (kawasan batu karang terpelihara) and Darvel Bay akan menjadi begitu 10-15 tahun dari sekarang?
Kita harus ingat bahawa TVA juga bertanggungjawab atas satu lagi malapetaka arang batu pada Disember 2008penumpahan habuk arang batu yang paling teruk dari loji arang batunya yang terletak di Kingston, Tennessee, yang melepaskan 5.4 juta kaki padu (cubic feet) habuk arang batu (sisa-sisa selepas pembakaran arang batu untuk menjana tenaga elektrik) yang terlepas daripada dinding di loji itu. Tumpahan itu meliputi tanah seluas 300 ekar dengan bahan-bahan beracun dan memusnahkan atau merosakkan 40 buah rumah.
Mengikut laporan media, TVA membelanjakan US$1 juta (RM3.3 juta) sehari untuk kerja pembersihan itu, dan ia dijangka akan menanggung kos keseluruhan pembersihan sebanyak US$525 juta ke US$825 juta. Setakat May 25, 2010 – 1 ½ tahun kemudiankerja pembersihan ini masih belum lagi siap dan masih lagi dijalankan. Bayangkanlah jika sisa-sisa arang batu yang beracun ini terlepas dari loji arang batu oleh kerana kecuaian ke dalam warisan-warisan Sabah kita yang tidak ternilai, seperti Darvel Bay dan “Golden Coral Triangle” (kawasan batu karang terpelihara bertaraf dunia) – maka generasi kami akan dianggap oleh sejarah sebagai generasi yang mementingkan diri (selfish) dan mengambil risiko yang tidak perlu diambil, semata-mata untuk keuntungan jangka pendek.



Ini telah mengesahkan dan menyokong wawasan hebat semua anggota Jemaah Menteri Sabah, apabila mereka MENOLAK sebulat suara cadangan untuk membina loji arang batu di Silam, Lahad Datu, atas sebab kesihatan, keselamatan dan pemuliharaan alam sekitar, pada April 2008 – sebelum kes Amerika Syarikat ini diputuskan oleh Mahkamah tersebut. Ketua Menteri Sabah, Y.A.B. Datuk Seri Panglima Musa Aman, dengan tepatnya berkata pada waktu itu:
“Setelah menimbang akan kebaikan dan keburukannya, Kabinet memutuskan MENOLAK cadangan ini kerana kita TIDAK MAHU MENGGADAIKAN KEBAJIKAN masyarakat di kawasan itu [di Silam, Lahad Datu] termasuk dari segi KESIHATAN DAN KESAN BURUK terhadap alam sekitar… Saya tahu sesetengah orang berkata dengan teknologi hari ini, cadangan loji itu adalah selamat dan bersih TETAPI sesetengah PAKAR juga TIDAK BERSETUJU.” (New Sabah Times, 3 April 2008)”
Apa yang diisytiharkan oleh Hakim Amerika Syarikat ini juga menyokong pendirian Perdana Menteri apabila beliau mengutuk arang batu. Dato’ Seri Najib Tun Razak telah berkata pada 2009 bahawa “arang batu adalah teknologi yang KOTOR, ia MENGANCAM ALAM SEKITAR.”
Kebanyakan (kalau bukan semua) daripada Menteri-Menteri Jemaah Menteri Sabah pada 2008 kini masih memegang jawatan dalam Jemaah Menteri. Adakah mereka sudah BERUBAH FIKIRAN dan jika demikian, APAKAH yang boleh meyakinkan mereka sekarang bahawa arang batu yang, katakan mereka sendiri pada 2008, kotor dan bahaya ini adalah BAGUS untuk kesihatan rakyat Sabah?? Jadi, kalau Kerajaan (Persekutuan atau Negeri) masih – peliknya – membenarkan TNB/SESB untuk memaksa rakyat Sabah untuk menerima loji arang batu ini WALAUPUN KERAJAAN MEMANG TAHU bahawa ARANG BATU BOLEH MEMBUNUH, kami ingin tanya – sama ada Kerajaan Persekutuan/ Negeri mahu mengabil risiko dengan kesihatan dan keselamatan kami semua – WALAUPUN mereka sendiri sudah memutuskan TIDAK MENGGADAIKAN KESIHATAN KAMI pada April 2008??



Pihak yang menyokong penggunaan arang batu harus faham bahawa sebab UTAMA kami membantah adalah demi kesihatan dan keselamatan kita semua dan juga kekekalan ekonomi kita untuk jangka masa panjang (long term-sustainability), termasuk bidang kelapa sawit.
Adalah langsung TIDAK BERMAKNA untuk kita rancangkan “Sabah Development Corridor” dan sebagainya jika 15-20 tahun dari sekarang, kesihatan awam, ladang-ladang, industri pelancongan dan rezeki kita semua termusnah akibat daripada pilihan arang batu yang LANGSUNG TIDAK PERLU ini 0 kerana Sabah ADA alternatif yang mudah dan selamat.
Demi kesihatan dan kesejahteraan cucu-cicit kita, TOLAKKAN ancaman kesihatan dan alam sekitar ini!!
(Alasan penghakiman kes ini yang penuh boleh didapati di: http://www.scribd.com/doc/15633519/2009-NC-vs-TVA-Decision, dan http://www.savesabah.com/blog/us-court-coal-kills)
Posted in Alam Sekitar, Bahaya, Kesihatan, Pencemaran, Terjemahan/Translation, bantahan, berita
«
Leave a response




“Kami TIDAK mahu membahayakan kebajikan dan kesihatan penduduk-penduduk di kawasan berkenaan dan kesan-kesan negatif kepada alam sekitar.“ “Ada yang mengatakan bahawa dengan teknologi terkini, stesen janakuasa (arang batu) yang dicadangkan adalah selamant dan bersih. Tetapi, ada juga pakar-pakar yang TIDAK setuju.” “Membenarkan project (stesen janakuasa arang batu) ini akan BERCANGGAH dengan suatu prinsip utama yang dipatuhi oleh pemajuan Sabah di bawah Sabah Development Corridor, iaitu memastikan kemajuan yang berterusan (sustainable) melalui pemuliharaan alam sekitar.” – Datuk Seri Panglima Musa bin Haji Aman, Ketua Menteri Sabah. New Sabah Times, Muka hadapan, 3 April 2008.



Dipetik drpd Utusan Online...


Tangani fenomena pemanasan globalOleh Mohd. Subhi Marsan




BARU-BARU ini, Parlimen telah berbahas mengenai isu pemanasan global yang memberi kesan kepada keadaan iklim dan cuaca negara ini. Timbalan Menteri Sumber Asli dan Alam Sekitar, Datuk S. Sothinathan dalam sesi perbahasan berkata tiada jaminan kejadian seperti banjir di Johor awal tahun lalu tidak berulang dan menerima taburan hujan yang tinggi daripada paras normal.Pemanasan global ialah keadaan alam sekitar yang mengalami peningkatan suhu yang tinggi berbanding suhu normal. Pemanasan berlaku di seluruh dunia yang diakibatkan oleh aktiviti manusia seperti penebangan hutan, kegiatan perkilangan dan industri, permotoran, penerokaan hutan, pembangunan �hutan batu� dan pengautan khazanah-khazanah alam sama ada di atas atau di dalam perut bumi. Kesan saintifik pemanasan global ialah tahap pencairan salji di Kutub Utara semakin tinggi, paras air laut meningkat dan keluasan saiz daratan semakin mengecil.





Kesan material ialah kejadian bencana alam seperti kemarau, banjir dan kebakaran manakala kesan kemanusiaan termasuklah kehilangan nyawa dan kecederaan.Sebelum ini, kita pernah menyalahkan negara jiran kononnya menjadi punca keadaan jerebu dan pemanasan kawasan hampir seluruh negara yang diakibatkan aktiviti pembakaran hutan di negara tersebut. Namun demikian, jika kita kaji dan teliti sebenarnya tidak banyak berlaku perubahan pemanasan alam sekitar sama ada semasa jerebu ataupun tidak. Mengapa keadaan ini berlaku? Faktor kebakaran hutan hanyalah sebagai sebahagian penyumbang kepada pemanasan global. Banyak faktor lain yang mempengaruhi pemanasan alam sekitar ini. Ahli-ahli sains dan geografi sependapat mengatakan punca utama pemanasan global ialah nipisnya lapisan ozon yang diakibatkan oleh pelepasan gas khususnya klorofluorokarbon (CFC). Jika kita prihatin dan sedar, tahun 2005 adalah musim berlakunya ribut taufan yang sangat aktif. Difahamkan sebanyak 26 kejadian ribut dan 14 kejadian puting beliung telah berlaku. Buat pertama kali, taufan ganas iaitu Katrina, Rita dan Wilma terjadi dalam satu musim. Kejadian ribut taufan ini bukan sahaja melanda Benua Amerika, malahan menyerang juga negara China, Korea, dan pantai sekitar Laut China Utara.



Pada tahun lepas pula dikhabarkan penduduk di beberapa negara di Afrika yang lazimnya terkenal sebagai negara panas kerana mempunyai kawasan gurun yang sangat luas telah menyaksikan salji dalam tempoh 25 tahun. Di Eropah pula, diberitakan bahawa banyak kematian berlaku yang berpunca daripada kepanasan melampau pada bulan Julai lalu dan di Paris sahaja, seramai 29 orang telah maut. Walaupun kejadian ini tidak tidak seburuk kepanasan yang berlaku pada tahun 2003 yang menyebabkan kira-kira 15,000 maut di Perancis dan 20,000 telah maut di Itali.Sebuah jurnal terkenal melaporkan bahawa keadaan kemarau panjang serta panas dan kering telah menyebabkan kebakaran hutan yang memusnahkan lebih daripada 8.5 juta ekar kawasan dunia dan menghapuskan lebih 1 juta spesies hidupan di darat dalam jangka masa 50 tahun. Kejadian ini ada kaitannya dengan pemanasan global.Sebenarnya, isu peningkatan suhu atau pemanasan terjadi disebabkan pelbagai faktor.



Selain daripada penipisan ozon, kejadian kemarau dan jerebu, kejadian pulau haba dan kesan rumah hijau juga memberi galakan kepada isu pemanasan global. Kesan rumah hijau terjadi kerana berlakunya peningkatan pelepasan gas seperti karbon dioksida, nitrogen monoksida dan metana ke atmosfera seumpama pembebasan CFC. Pulau haba pula berlaku apabila pelepasan haba di kawasan membangun khususnya di bandar-bandar terlalu banyak dan tersekat oleh bangunan-bangunan tinggi pencakar langit. Haba yang tidak dapat dilepaskan ke atmosfera itu akan membahangi kawasan sekitar.Kesan dan bahang pemanasan global juga telah mengganggu sistem cuaca dan iklim di negara kita secara tidak langsung. Iklim Khatulistiwa dengan panas dan lembap sepanjang tahun telah tidak berada pada paras yang normal. Kejadian banjir besar di Johor pada awal tahun lalu itu adalah antara kejadian yang membuka mata banyak pihak di negara kita. AmaranPeristiwa banjir besar yang menenggelamkan sebahagian petempatan di Lembah Klang seperti di Batu Tiga dan Taman Tun Dr. Ismail juga memberi kesan mendalam dan seolah-olah mahu memberikan amaran kepada negara kita bahawa peristiwa besar itu tidak akan berhenti malah akan terjadi pada bila-bila masa.Umpama peribahasa, �sediakan payung sebelum hujan� dan �mencegah lebih baik daripada mengubati�, langkah-langkah awal pencegahan atau meminimumkan kesannya adalah perlu supaya kejadian seperti itu tidak memburukkan imej pengurusan alam sekitar dan pembangunan negara.




Negara tidak boleh berkompromi dengan tanggungjawab sosial menjaga dan memelihara alam sekitar. Pendidikan alam sekitar kepada generasi muda perlu dimulakan sejak di rumah atau di bangku sekolah lagi. Pendidikan kepada generasi tua juga penting dilakukan kerana ada golongan yang kaya, mewah dan berpelajaran tetapi tidak mengambil berat soal alam sekitar. Pusat pengajian tinggi atau jabatan-jabatan tertentu mesti melakukan kajian agar kejadian yang disebabkan oleh fenomena alam termasuk pemanasan dunia dapat boleh diminimumkan kesannya. Langkah-langkah lain boleh juga dilakukan seperti penanaman hutan semula, kitar semula, kempen kesedaran dan penggunaan sumber tenaga yang mesra alam. Kejayaan melaksanakan tugasan ini akan memberi keselesaan dan keselamatan kepada penduduk.Langkah-langkah negara lain seperti sistem Green Dot di Jerman, cukai bahan buangan di Denmark dan mengharamkan pengedaran beg plastik dan alas meja pakai buang di Taiwan patut menjadi teladan dan dorongan ke arah mesra alam sekitar di negara ini. Green Dot di Jerman ialah sistem kitar semula bahan-bahan pembungkus.



Bahan-bahan pembungkus yang mempunyai green dot ini akan dikutip, diasingkan dan dikitar semula. Cukai bahan buangan di Denmark yang dihantar ke pusat pelupusan dan insinerator akan dikenakan tetapi tidak kepada bahan buangan yang akan dikitar semula. Pembuangan, dan pembakaran beg plastik pula memberi kesan buruk kepada persekitaran kerana menjadi punca sampah dan kekotoran.Isu pemanasan global adalah isu dunia dan bukan sahaja negara kita yang terlibat. Sumbangan negara kita ke atas pemanasan global mungkin tidak seberapa namun, sebagai satu sumbangan global, negara kita juga perlu melaksanakan ikhtiar agar tidak menyumbang untuk memanaskan alam sekitar.





Admin
Admin
Number of posts: 1662Registration date: 19/04/2008

SALAM PENGENALAN





















ASSALAMUALAIKUM,

Berjumpa kita pada paparan pertama ini
harapan saya agar para pembaca mendapat
info yang berguna untuk dakwah dan kelestarian
alam kita.

Jutaan terimakasih kepada Presiden PENULIS, Ust. Firdaus Said kerana memberi ruang kepada saya untu
berkarya di dalam PENULIS.


Insya Allah kita akan memperjuangkan dakwah melalui medium
pelusuk alam / enveronment, melalui artikel seperti berikut:
  • @ global warming
  • @soil erosion
  • tanah tani Sabah
  • pemuliharaan tanah
  • Agriculture
  • Kesihatan
  • penyelidikan & pembangunan
  • kesan rumah hijau
  • globalisai
  • kepelbagaian ekosistem
  • isu-isu semasa
  • DLL

SEBAGAI permulaan mari kita berkenalan tentang pelusuk Sabah:

(Acres et.al, 1975)

"SETTLEMENT AND COMMUNICATIONS

This state of Sabah, Malaysia occupies the northern portion of the island of Borneo. Its immediate neighbours are Sarawak , also a state in the Federation of Malaysia, Brunei, a state under British protection and Kalimantan, which is a part of Indonesia. The total area of Sabah is 76 100 km ²( 29 388 mi²).The population at the time of the 1970 Census was 655 622 with settlements mainly on the east west coasts, the interior plains and along the main rivers. Most of the interior and eastern parts of Sabah are uninhabited and consist of mountain ranges and broad valley tracts covered in dense forest. Kota Kinabalu, the state capital, is situated on the west coast. It has a population of 61 645. Sandakan on the east coast has a population of 72 430 and is the largest town, having a fine port on the northern shore of Sandakan Harbour. Tawau, Lahad Datu and Kudat are also important ports on the east coast ( Text Map 1-2 ).

The population comprises many races, the Kadazans being the largest group and forming about one third of the total. They live mainly on the west coast and on the interior plains. The Bajaus are concentrated on the west coast and in scattered settlements on the east coast. The Muruts live mostly in the south-west, particularly in the remote parts between Keningau and the borders of Sarawak and Kalimantan. The Chinese, who make up about one quarter of population, are mainly town dwellers, but there are significant numbers of smallholders in rural areas.

Road networks radiate from the main towns, the majority of which are now linked by road. Kota Kinabalu, for example, is linked to Kudat in the north and Sipitang in the south by the West Coast Highway. It is also linked to Sandakan by the recently completed East-West Highway and to Tambunan and Keningau by recently road across the Croker Range. On the east coast a major network links Tawau, Kunak, Semporna and Lahad Datu and it is proposed to link this to the other networks by constructing road from Lahad Datu to the East-West Highway. In addition to constructing roads, the main towns are all served by regular internal air services and there are also international flights to Singapore, West Malaysia and Hong Kong.

The rivers are still vital for communications particularly on the east coast. The Kinabatangan, which is the longest river, follows a course of over 550km ( 340 mi ) from its source in the Trusmadi Range to the sea south-east of Sandakan. It is navigable by large launches as far sa Pintasan and as far as Pinangah by shallow draught boats powered by outboard engines.



CLIMATE

The climate is hot and humid throughout the year and although Sabah lies outside the typhoon belt the areas are occasionally affected by severe tropical storms. The average annual rainfall ranges from about 1 780 mm (70 in) to about 3 800mm (150 in). The highest rainfall is in the south-west ( Beaufort and Labuan) and the lowest in the interior (Tenom, Keningau and Tambunan) and at Tawau on the south-east coast. The contrasts in regional rainfall reflect the occurrence of 2 main seasons; the north-east monsoon begins in November and lasts until March and it is during this season that the north-east coast experiences its heaviest rainfall ; the south-west monsoon prevails from May until September. The temperature varies little with the season and averages about 27ºC ( 80ºF ) near sea level. Surface temperatures inland fall at a rate of about 1.5ºC ( 3ºF ) for every 300 m ( 100ft ) increase in altitude so that above about 1 200 m ( 4 000 ft ) there is a change from Tropical Rainy Climate to Warm Temperate Rainy Climate ( Trewartha, 1954 ) ; the latter affects much of the Crocker and Trusmadi Ranges above 1 200 m (4000 ft) . Climatic data are very limited, but records of a reasonable length are available for Labuan, Kota Kinabalu, Kudat, Beaufort,Tenom, Sandakan, Tawau and Tambunan. Climate is discussed at length in Volumes 2, 3 and 4.

PHYSIOGRAPHY

Sabah can be divided into 4 main physiographic region, namely the Western Lowlands, the Western Cordillera, the Centrals Uplands and the Eastern Lowlands ( Collenette, 1963 ). The Western Lowland include the foothills, plains and islands to the west of the Crocker Range. The Western Cordillera comprises a belt of mountainous country about 80 km ( 50 mi ) in width parallel to the west coast. It includes the Crocker, Trusmadi, Witti and Maligan Ranges and associated intermontane plains and valleys. The Crocker range is one of the main geographical features of the country and its culminates in Gunong Kinabalu, which at 4 101 m ( 13 455 ft ) is the highest mountain in sout-east Asia. The Central Uplands comprise extensive tracts of mountainous country to the east of the Western Cordillera, including the Labuk, Kuamut, Segama and Tawau Highlands. The Eastern Lowlands stretch from the Bengkoka Peninsula in the north to the Semporna Peninsula in the south and include extensive tracts of moderate to low hills, the broad valleys, of the Sugut, Labuk, Kinabatangan and Segama rivers and extensive deltas ( text Map 1-2, based on a map of P Collenette ( 1963 ) in the Journal of Tropical Geography, volume 17, Singapore, with whose permission the present map is published ). Landform are discussed and illustrated by maps in volumes 2, 3 and 4 and they form the basic of the majority of soil associations described in part 5 of this volume and in volumes 2, 3 and 4.








GEOLOGY

The geology of Sabah is described in the Memoirs of the Geological Survey of the Borneo Region of Malaysia ; the main geological formation are shown in Text Map 1-3.

The oldest rocks in Sabah, referred to collectively as Crystalline Basement, include granodiorite, diorite, gabbro, migmatite, amphibolite, hornblende, gneiss, hornfels and schist ; they only occur in the Tawau and Lahad Datu Districts, notably in the Segama catchment.

Intrusive igneous rocks occur in 3 main areas, namely Kinabalu, the Labuk Highlands and in the Tawau and Lahad Datu District. Ultrabasic igneous rocks, composed largely of serpentinised periodotite, are most extensive forming, in particular, the mountain range in the Labuk Highlands extending from Gunong Rara in the south to Suroh Suroh in the north. Bassic igneous rocks such as gabbro, dolerite and diorite occur sporadically in the 3 areas referred to, but acid igneous rocks including granodiorite, adamellite and tonalite are restricted to the Kinabalu area, forming in particular Mount Kinabalu.

Volcanic rocks occur in the Labuk Highlands and in the Semporna Peninsula. In the former they comprise spilite and basalt lavas and in the latter comprise olivine basalt, dacite lavas, andesite, volcanic breccia, tuff and pyroclastic rocks.

Sedimentary formations are widespread in Sabah ; they range in age from the Eocene to the Pliocene and comprise sandstone, mudstone, shale, clay, and limestone. The Crocker formation is by far the most extensive, forming most of the west coast and the Crocker range and extending to the north-east coast. It comprises interbedded sandstone, shale and mudstone. Limestone form minor parts of many formations, but are dominant in the Gomantong Limestone, Togopi and Timohing Formations.

Sedimentary- volcanic formations are dominant on the east coast, extending from the Labuk estuary across the Kinabatangan and Segama to the Dent and Semporna Peninsulas. They comprise sandstone, mudstone, slump breccia, chert, spilite and various volcanic rocks.

Terraces of sand and gravel occur in the interior plains, along the main rivers and on the coasts, particularly in the north-east and south-east. Recent alluvial deposits of clay and sand are extensive along the east coast in the lower reaches and estuaries of the Sugut, Labuk, Kinabatangan and Segama, around Cowie Harbour and the south of the Semporna Peninsula and along the west coast, notably on the Klias Peninsula. Peat is associated with the recent alluvial deposits in the Klias Peninsula and the lower reaches of Kinabatangan and Segama.





FORESTRY

Approximately 80% of Sabah is under forest, mostly consisting of productive, or potentially productive Dipterocarps, which are the basis of the flourishing timber industry in the State; of this total, mangrove forests along the coast, and montane forest mainly in the Kinabalu and Trusmadi regions each cover about 5%.


AGRICULTURE

Full details concerning agriculture in Sabah are contained in the Annual Reports and in the annual Agriculture Statistic published by the State Department of Agriculture.
The main crops are rice, rubber, coconut, oil palm and cocoa. Rice is the most important crop. There are about 32 000 ha ( 80 000 ac ) of wet rice grown mainly on the west coast and on the interior plains and about 10 000 ha ( 25 000 ac ) of hill rice. Hill rice is the main crop grown by shifting cultivators notably in the Crocker Range and also along the main rivers in the east. Rubber covers an area of about 105 000 ha ( 260 000 ac ). Most of it is grown by small holders on the west coast and there are also large estates notably in the interior, on the west coast and also in the Tawau area. The main areas of coconut production are Kudat, Tawau and Lahad Datu, with a total area of about 56 000 ha ( 140 000 ac ). The oil palm acreage has expanded rapidly from about 800 ha ( 2000 ac ) in 1961 to about 43 000 ha ( 106 000 ac ) in 1971 ; most of the acreage has been planted by estates and also by government settlement schemes notably in the Tawau and Sandakan Residencies. Cocoa, too, has expanded in acreage to a total of about 4 500 ha (11 000 ac). It is grown mainly in the Tawau Residency and in the Labuk Valley. Other crops grown include hemp, coffee, tobacco, sago palm, fruits, vegetable, maize, tapioca, sweet potato and sugar cane.

THE ECONOMY

The economy of the State is based of timber, which accounts for about three-quarters of all exports. Of the agricultural products, rubber is the most important export, but exports of palm oil are increasing rapidly. Copra and cocoa beans are also significant exports. The recent discovery of commercially exploitable copper deposits near Ranau has added impetus to further prospecting and both petroleum and gas have been discovered offshore.